Sabtu, 19 Desember 2009

Commemorate

Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Yeah, setelah lama tidak menulis (lama ya??) akhirnya gue memiliki satu hal yang bisa gue tulis di sini dengan serius.

Itu semua berawal saat gue dan seseorang saling bercerita, tukar pendapat, dan berakhir dengan curcol, curhat colongan. Dan bagian terakhir selalu menjadi yang paling bermakna dan paling diingat.

Dan juga yang paling baik.

Masing-masing dari kami mengeluarkan isi hati kami dan memori masa lalu yang pahit. Dan gue baru menyadari sesuatu yang sangat dasar, sunnatullah dari tiap insan.

"Semakin kamu ingin menolak dan menutupi rasa sedih di masa lalu yang ada di hati, maka semakin besar rasa itu. Rasa itulah yang mengiringi tiap langkah di masa depan, karena masa depan ada dan terlahir dari masa lalu."

Ya, kita semua ga bisa menolak kalau kita punya masa lalu yang mungkin ga mau sama sekali kita kenang dan kita resapi tiap detik pada saat itu. Soalnya kesedihan bukanlah sesuatu yang memajukan kita secara aktif, namun secara pasif, whick means, memori adalah suatu harta yang berharga dan hanya digunakan sebagai bahan koreksi diri. Biarlah yang telah berlalu terkunci rapat di sebuah pintu yang tak kan kita buka untuk selamanya. Kalaupun boleh dibuka, bukalah pada saat yang tepat. Saat di mana hati kita telah siap menghadapi kenyataan bahwa tidak semua kenyataan itu membahagiakan kita.

Itu semua udah jadi jalan takdir yang udah kita tapaki sejak kita terlahir di dunia ini. Semua udah digariskan oleh Allah swt sebagaimana mestinya. Semua kenyataan dan takdir adalah hal yang terbaik buat kita.

Itu semua adalah bentuk cinta-Nya kepada kita semua. Gue hanya yakin pada satu itu. Karena Dia selalu memberi yang terbaik buat kita. Takdir yang bagi kita menyiksa dan sangat menikam hati kita adalah salah satu cabang dari jalan kehidupan kita menuju kebahagiaan.

Jadi, gue hanya bisa menyimpan memori itu dalam-dalam, dan menghindar untuk sementara. Bukan untuk mengeraskan hati agar tidak sedih sama sekali. Namun, untuk mempelajari hal berharga di hidup ini dan dapat menghadapi suatu kejadian yang ada kaitannya dengan memori itu, dan mempersiapkan diri untuk siap menghadapi apapun.

Maka dari itu, gue ga pernah mau bilang "da-daaa" pada masa lalu gue sendiri. It's so hard and hurt my heart to say "goodbye". Too hard for me..

Mungkin hanya salam dan doa yang bisa gue sampaikan saat sesuatu telah pergi dari gue.

Wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

0 komentar: