Rabu, 18 November 2009

Comments

Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
HUWEEEH!
Masa' tadi pas tryout uan biologi ke-1 aku malah ngantuuuuuuuk banget!

Oke, gue ga mau cerita soal itu.

--ganti topik, biip biip--

Seperti yang kita ketahui, Saudara sekalian yang numpang lewat baca blog saya ini, Facebook merambah dengan pesat bagai jamur sampai akhirnya menjadi kebiasaan kita sehari-hari. Gadget canggih yang mudah dibawa oleh orang-orang sekarang yang mobilitasnya tinggi mendukung itu semua: rajin update status, ngeliat status orang terus ngasih komentar, baca komentar di wall, dsb.

Oh! Yang gue suka itu kalo misalnya ada discussion di suatu grup. Gue suka banget baca sekilas apa aja topik yang biasa dibahas. Sering gue mendapatkan komen yang buanyaaak di satu topik yang emang menarik buat dijawab orang-orang. Tapi, kadang ada juga yang nyeleneh, memaki-maki, dan lain-lain. Nah, gue mulai nge-scroll halaman itu untuk melihat balasan dari orang lain.

Usut punya usut, makin ke bawah malah makin ancur. Makin bergejolak komentarnya. Err, maksud gue, makin ke halaman bawah (atau halaman selanjutnya) komentarnya makin pedes, makin tambah maki-maki, pokoknya makin jelek deh!

Rasanya kita musti banyak koreksi diri. Gue sebetulnya nulis kayak gini karena gue juga orang yang mudah terpancing sama sesuatu, gue akui. Apalagi kalo udah melibatkan harga diri atau sesuatu yang melekat pada diri gue. Jadi, sekaligus jadi pengingat dan pengayaan lah..

Apapun komentar orang lain terhadap suatu masalah, topik, ataupun kejadian, jangan sampai kita membalasnya dengan komentar yang bisa memancing permasalahan baru. Jangan sampai kita malah "adu jotos" dengan pedang bermata dua. Ingat! Siapapun dia, bagaimanapun dia, hadapi dengan kata-kata yang menghargai komentar dia. Berikan opini yang masuk akal dan sehat.

Tambahkan sedikit saran. Dikit aja lho! Soalnya kebanyakan orang memberikan saran ga mikirin pembaca yang lain. Pembaca yang lain bisa aja seseorang yang muales minta ampun untuk baca yang panjang-panjang. Sesuatu yang singkat namun eye catchy dan berbobot bakalan lebih dihargai dibanding copas alias copy paste semua kalimat dari buku filsafat ataupun psikologi. Dan kalo mau ngasih saran yang panjang (kayak gue sekarang ini), pake kata-kata yang mudah diserap. Deskripsinya jelas tapi penggunaan katanya yang kita mainkan.

Nih, kalo temen gue punya keahlian tersendiri dalam menulis cerita. Gaya bahasa yang dia pake itu dia kayak lagi berbicara, berinteraksi dengan pembacanya. Jadi, para pembaca ga bosen meski sepanjang apapun cerita dia.

Mungkin tulisan gue masih parah abis jeleknya. Jadi, kalo mau komen dan ngasih saran, gue akan sangat berterimakasih pada lu semua :D
Oh, gue juga minta pendapat lu tentang gaya bahasa yang enak dipake menurut lu untuk menulis.

See ya, wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh :)

Sabtu, 14 November 2009

Photo in This Month

Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Hola, gue membawa cerita segar untuk dibaca para net-surfer yang lagi "ughh-bosen-abis". Yohohoh!

Here we go!


Sebenarnya nih foto udah lama gue simpen.
Ide gila ini entah siapa yang memulainya, yaah, antara gue, Luna atau Tharra, sempat membuat gue tertawa puas saat "kreasi konyol" ini selesai dibuat. Mire juga turut berpastipasi berpartisipasi dalam kegiatan aneh ini. Wohohoh..

Awalnya sih Tharra mau ngajak salat (kalo ga salah sih..). Gue, Luna, dan Mire beda kelas sama Tharra. Dia mengunjungi kelas kami dengan muka ceria dan menyapa nama gue seperti biasa: AUL!!


Gambar 1: Meja belajar di SMA Labschool Kebayoran + dua botol Vit + satu botol Mizone + dompet Tharra = tinggi Tharra!! (WTF)
Daaaan…….!!!
Akhirnya ide gila ini mulai merambati salah satu dari otak kami siang itu. Yep, kejadian ini pas istirahat ke-2, saat waktu salat dzuhur tiba. Kami mulai menyusun botol secara sembarang. Tadinya lebih "absurd" dari yang difoto ini. Hmm, ada yang tutup ketemu tutup, alas ketemu alas…
Bisa dibayangin kok sama kalian. Botol-botol itu berjatuhan dan kami berteriak bagaikan paduan suara terberisik yang pernah ada di seantero kelas XII IPA 2 angkatan Sapta Garuda Adhikara, Labschool!!
(Hahah, aslinya sih kita bukan tipe yang suka hura-hura dan bikin berisik sekelas. Tapi waktu itu kan jam istirahat, jadi ya udah sih..)


Yang pasti, awalnya cuma iseng-iseng dan saat kekonyolan ini berbuah ide yang "fantastis, bombastis, oh mister loba-loba--uhuy!", kami memutuskan untuk mengambil foto dari ini semua.
Itung-itung kenangan masa SMA, masa' nggak boleh sih?? Ya nggak, ya nggak?? *twing-twing


PS:
By the way, senyum lu oke banget, Tharra! Senyum natural yang oke dan melambangkan senyum anak Indonesia sejati, sepertinya terpatri dalam wajahmu yang dapat mengalihkan dunia.
(Ehem, bahasanya membinasakan abis.. ==a)

Mood: Sakit perut, merasakan temperatur badan menjadi agak panas, antara bahagia (karena si -ehem- sangatlah perhatian) dan deg-degan (karena besok adalah tryout uan perdana anak-anak Labschool Kebayoran), berusaha untuk ceria sepanjang hari karena hari ini gue mau belajar buat tryout!

Listening to: Lagu-lagu Keane (A Bad Dream kereeeenn!!!), Pachelbel's Canon, Say Hello--NEWS, Marry U--Super Junior (SUPER MOOD BOOSTER FOR STUDENT WHO WANT TO "CEPET NIKAH TAPI NGGAK ADA MODAL DAN SKILL" LIKE ME, nyeheheheh XDD).


Pesan moral dari kisah ini:
1. Ide yang konyol dapat membuahkan hasil yang fantastis dan bombastis kayak gini (lebay);

2. Berusahalah mendapatkan pose terbaik dengan senyum anak Indonesia saat berfoto, seperti model kita ini, Tharra;

3. Selalu bersemangat saat jam istirahat tiba. Kapan lagi kalian bisa mendekatkan diri pada Allah swt (wew, mantep), tidur atau berleha-leha di kelas sembari bercanda bersama kawan tersayang, bersilaturahmi dengan teman yang berbeda kelas, melototin gebetan dengan mata penuh kasih sayang (NAJIS!)???! Manfaatkan waktu kalian dengan baik dan sungguh-sungguh!
Penuhi harimu dengan canda dan tawa, easy going, dan santai a la style kalian sendiri. Why?? Karena hidup ini sudah penuh kecarut-marutan (bener ga tulisannya gini?), kesemerawutan, kekompleksitasan dan kerumitan dalam dunia percintaan apalagi pelajaran sekolah. So, respect yourself in this complicated life!



Oke, kenapa gue merasa pesan moral lebih berisi dibandingkan dengan cerita utama??

Then, see you soon~~! :D
Wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Minggu, 08 November 2009

For My Daddy

Ya Allah, hanya nama-Mu yang bernafaskan kebesaran-Mu, keadilan-Mu, yang dapat menguatkan kami semua yang tiada daya dan kuasa. Hanya diri-Mu yang punya kekuatan untuk menguatkan hati kami dengan kuasa-Mu. Keadilan hanya ditegakkan oleh hukum-Mu, bukan hukum kami yang jahiliyah. Temaramnya ilmu yang kami peroleh, hanya kitab-Mu yang dapat menerangi jalan kami, Ya Allah..! Sungguh, aku hanya bisa menahan isak tangisku, saat ayahku mengangkat kitab-Mu, bersumpah demi nama-Mu. Aku tak kuasa menahan begitu besarnya nama-Mu saat ayahku mengucapkan,"Wallaahu, billah." Sungguh, Ya Allah.. Kuatkanlah ayahku, kuatkanlah kami semua yang berusaha keras demi tegaknya keadilan. Ampuni kami, Ya Allah..

Sabtu, 07 November 2009

Kimi ni Todoke (Reaching You)

Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Well well, gue bukannya mau menghindar dari tugas utama gue (dengan cara menulis blog di sini), yakni belajar, ngurusin pekerjaan rumah, dan sejenisnya. Gue UDAH berusaha untuk belajar hidup mandiri, kok: Nyuci sendiri, nyetrika sendiri, nyapu, masak (yang gampang2) kalo ga ada ummi di rumah, something like that.

Tapi, hal yang satu ini ga bisa lepas dari gue: MANGASCAN.

Ini adalah fenomena terbesar dalam hidup gue. Gue udah menjadikan ini sebagai kebiasaan dan hobi terbesar gue setelah tidur dan gambar. Oh, dan juga ngomongin tentang "dia" dengan teman ciamik gue, heheh :p

Entah kenapa gue menjadi pemalas. Lu pikir aja, waktu SD gue dibilang anak yang pintar, rajin, dan paling suka bertanya ke guru. Sekalipun gue cengeng banget waktu itu, gue adalah hal yang bisa dibanggakan oleh ortu gue. Oh yeah~

Kalo sekarang? Boro-boro gue rajin tanya sama guru di kelas! Yang ada gue ini hanya rajin mencatat dan bertanya seadanya. Sisanya, tidur dan mendapatkan selembar kertas ulangan yang bernilai di bawah SKM di meja gue. Cih.

Oke~ Hidup gue ga sesuram itu kok. Gue adalah orang yang desisif (kata temen gue yang oke itu tuh, tau ga lu?) namun tidak bisa memerintah orang lain. Dengan kata lain, gue ini bukan tipe orang yang suka nyuruh2 seenak jidat. Sebaliknya, gue tipe penurut yang mau aja disuruh orang. Tapi, bukan berarti gue bakal mau ngelap sepatu lu, no freakin' way! Gue hanya gampang percaya sama orang lain, buku, doktrin, kata2 mutiara. Gue juga tekun mengerjakan sesuatu yang benar2 gue sukai (baca: sabar). Gue juga bukan orang yang suka nuntut macem2. Oh, thanks for the miracle words, Lun :D

Oh no, gue mulai sesak.

Apalagi pas gue inget kepribadian si "dia" yang "oh-so-nice" itu. Rajin belajar; jago main bola; suka salat dhuha; menyayangi tetangga, hewan, dan anak kecil; tidak suka kekerasan dan petasan. Tuh, kan?! Beda jauh sama gue! Gue nggak ada apa2nya!
Dan yang paling gue sukai dari "dia" adalah: gue merasa sangat dicintai oleh "dia".
Ya ampun.

Mungkin gue harus mengubah diri gue, memperbaiki yang rusak, dan cepat tanggap terhadap kerusakan yang ada di dalam fisik dan mental gue yang bobrok. Gue akui.
Mulai dari ga berperasaan terhadap video yang seharusnya bikin gue nangis, menunda pekerjaan, ga bertanggung jawab, acuh tak acuh, terlalu tertutup pada orang lain, selalu bermuka datar, dan lamban kayak Nobita (c) Doraemon.

Gue yakin, saat ini gue ga bisa meraih "dia" yang berkepribadian amat baik itu. Tapi, suatu hari nanti, saat gue udah bisa menampilkan diri gue yang lebih baik daripada yang sekarang, gue bakal siap untuk menghadapi "dia".

Hmmph, mungkin ini yang namanya optimis. Semangat untuk mengubah diri menjadi lebih baik memang yang terbaik bagi gue. Wekekekek XD

Wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

(p.s: judul di atas gue ambil dari mangascan kesukaan gue. kalo mau, search aja di mangafox.com ;D)

Kamis, 05 November 2009

Formula

Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Hei, my lovely blog (cuih!)~~ XD
Nih, gue sempet-sempetin nulis di blog meskipun gue sibuk.
Yah, karya tulis, ulangan, remedial, dan lain-lain. Secara gue udah kelas tiga SMA, maka kesibukan pun ga bakal menjauh pergi begitu aja. Kecuali kalau pengumuman kelulusan, diterima di universitas idaman, dan segala tetek bengeknya itu terkabul (AMIN!!!!), maka liburan panjang dan waktu luang yang melegakan pernafasan banget bakalan terjadi dengan "oh-so-nice!". Yeah! Mari kita berjuang akan hal itu semua, wahai kawanku yang saya cintai dan banggakan :D

Oke, barusan gue membuka suatu situs tentang etika nge-blog. Gue sih ga bermaksud mengkritik, memaparkan, dan menjelaskan detailnya di sini karena itu bakalan bikin mood gue turun dan jeblok hingga ke titik leleh yang paling rendah. Woops. Bukannya gue ga tertarik dan ga mau membagikan ilmu yang bermanfaat bagi kita semua, tapi jujur aja nih, gue paling ga demen membagikan apapun kalo itu emang ga bermanfaat bagi gue dan yang lain.

Isi artikelnya sih bagus, tapi gue rasa..hmm...kayak gimana gitu. Mungkin cara orang tersebut memaparkan maksud baiknya. Namun, yang gue dapat justru ion negatif yang bikin gue merasa,"Ini tuh ga nge-klik dengan kondisi orang-orang di sekitar gue, dan kalopun dipaparkan semua orang tau etika itu dan udah ngerti maksudnya."

Gue ga bermaksud untuk bilang,"Gue ga perlu tau karena gue udah tau dan bahkan lebih tau dari lu." Hey, gue ga gitu kok orangnya, songong abis gue kalo gitu, ya ga?!

Oke, sekali lagi gue katakan: Isi artikelnya baik dan bagus. Cuma dia salah masang rumus untuk mencerahkan para pembaca yang tipenya kayak gue. Mungkin dia lupa gimana caranya untuk mencerahkan pikiran pembaca dengan rumus yang dapat dimengerti semua orang. Got it?

Yah, gue rasa gue emang egois dan berpikir sesuai dengan apa yang gue rasa, bukan yang orang lain suka. Wajar aja kalo tulisan gue ini ga mencerahkan, nyahahah! Di sini gue cuma menumpahkan ide ini untuk dijadiin bahan pertimbangan bagi gue sendiri yang sebetulnya belum jago nulis.

Tulisan yang bermanfaat bukan ada di blog gue, kecuali kalo lu bisa menerapkan rumus di dalam otak lu agar bisa membaca aliran nada tulisan gue (hoh, bahasanya..).

Yap, psikologi dan filosofi orang beda-beda. Dan tentunya lu harus berpikir rumus apa yang paling cocok buat mencerahkan diri lu sendiri lewat informasi yang lu serap.

Siip deh. Segitu aja tulisan abal gue ini. Mungkin postingan gue kali ini berbeda dari postingan yang lama. (Yang lama: Sopan, penuh dengan bahasa yang baku.
Yang kini: Nyeleneh asal jadi.)

Wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

(by the way, lagu "Bend and Break"-nya Keane enak ya. thx, Jessy :D)