Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Well well, gue bukannya mau menghindar dari tugas utama gue (dengan cara menulis blog di sini), yakni belajar, ngurusin pekerjaan rumah, dan sejenisnya. Gue UDAH berusaha untuk belajar hidup mandiri, kok: Nyuci sendiri, nyetrika sendiri, nyapu, masak (yang gampang2) kalo ga ada ummi di rumah, something like that.
Tapi, hal yang satu ini ga bisa lepas dari gue: MANGASCAN.
Ini adalah fenomena terbesar dalam hidup gue. Gue udah menjadikan ini sebagai kebiasaan dan hobi terbesar gue setelah tidur dan gambar. Oh, dan juga ngomongin tentang "dia" dengan teman ciamik gue, heheh :p
Entah kenapa gue menjadi pemalas. Lu pikir aja, waktu SD gue dibilang anak yang pintar, rajin, dan paling suka bertanya ke guru. Sekalipun gue cengeng banget waktu itu, gue adalah hal yang bisa dibanggakan oleh ortu gue. Oh yeah~
Kalo sekarang? Boro-boro gue rajin tanya sama guru di kelas! Yang ada gue ini hanya rajin mencatat dan bertanya seadanya. Sisanya, tidur dan mendapatkan selembar kertas ulangan yang bernilai di bawah SKM di meja gue. Cih.
Oke~ Hidup gue ga sesuram itu kok. Gue adalah orang yang desisif (kata temen gue yang oke itu tuh, tau ga lu?) namun tidak bisa memerintah orang lain. Dengan kata lain, gue ini bukan tipe orang yang suka nyuruh2 seenak jidat. Sebaliknya, gue tipe penurut yang mau aja disuruh orang. Tapi, bukan berarti gue bakal mau ngelap sepatu lu, no freakin' way! Gue hanya gampang percaya sama orang lain, buku, doktrin, kata2 mutiara. Gue juga tekun mengerjakan sesuatu yang benar2 gue sukai (baca: sabar). Gue juga bukan orang yang suka nuntut macem2. Oh, thanks for the miracle words, Lun :D
Oh no, gue mulai sesak.
Apalagi pas gue inget kepribadian si "dia" yang "oh-so-nice" itu. Rajin belajar; jago main bola; suka salat dhuha; menyayangi tetangga, hewan, dan anak kecil; tidak suka kekerasan dan petasan. Tuh, kan?! Beda jauh sama gue! Gue nggak ada apa2nya!
Dan yang paling gue sukai dari "dia" adalah: gue merasa sangat dicintai oleh "dia".
Ya ampun.
Mungkin gue harus mengubah diri gue, memperbaiki yang rusak, dan cepat tanggap terhadap kerusakan yang ada di dalam fisik dan mental gue yang bobrok. Gue akui.
Mulai dari ga berperasaan terhadap video yang seharusnya bikin gue nangis, menunda pekerjaan, ga bertanggung jawab, acuh tak acuh, terlalu tertutup pada orang lain, selalu bermuka datar, dan lamban kayak Nobita (c) Doraemon.
Gue yakin, saat ini gue ga bisa meraih "dia" yang berkepribadian amat baik itu. Tapi, suatu hari nanti, saat gue udah bisa menampilkan diri gue yang lebih baik daripada yang sekarang, gue bakal siap untuk menghadapi "dia".
Hmmph, mungkin ini yang namanya optimis. Semangat untuk mengubah diri menjadi lebih baik memang yang terbaik bagi gue. Wekekekek XD
Wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
(p.s: judul di atas gue ambil dari mangascan kesukaan gue. kalo mau, search aja di mangafox.com ;D)
Sabtu, 07 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar