Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Aku hari ini, ehem, sebetulnya dari kemarin sih, aku diajak ngobrol sama ummiku. Kami berdua membicarakan banyak hal. Mulai dari sifat-sifat anggota keluarga kami (terutama bapak, heheh :p) sampai masalah agama.
Kami sampai pindah-pindah lokasi (wuih, kayak syuting aje) karena banyak hal yang harus kami kerjakan.
Tapi, itu nggak terlalu penting untuk diperjelas.
Yang jelas, kemarin benar-benar hari yang spesial.
Tahu kenapa?
Jin.
Mungkin kalian nggak yakin jin yang mana.
Who "jin"? What "jin"? Where "jin"?
Okay, cut it!
Kalau kalian berpikir jin yang aku maksud adalah salah satu makhluk ciptaan Allah swt, kalian BENAR!
(SFX: PAPARARAP PARARAAAAAA~~~P!)
Yummy yup! :D
Kami berdua sempat membicarakan tentang jin.
Jin itu sebenarnya sama dengan manusia. Ada yang kafir dan ada yang muslim.
Dan aku baru tahu kalau ternyata oh ternyata~~
Jin itu wujudnya nggak cuma gaib, kawan-kawanku yang kusayangi!
Maka dari itu, aku sangat tertarik begitu ada topik baru yang sebenarnya ada di sekitar kita sehari-hari.
Sebenarnya ada banyak hal yang kami bicarakan tentang jin. Tapi, karena keterbatasan stok kesabaran dan kerajinan saya (halah halah~~) untuk menulis di sini, saya hanya akan tuliskan di sini secara singkat dan umum.
Saat berbincang-bincang tentang jin di kamar ummi, ada suatu kejadian yang mengejutkan. Kalian nggak perlu takut kok. Tapi, secara tiba-tiba lampu kamar ummi berkedip sebentar.
"Hmm! Tadi liat nggak lampunya kedip?" tanya ummiku.
"Nggak," jawabku. Ya, tapi kayaknya ngerasa sih kedip lampunya bentar, bisikku dalam hati.
"Jinnya tahu kalo kita lagi ngomongin dia."
JEBREET!! Spontan aku kaget.
"Biasanya bulu kuduk langsung merinding."
Begitu dengar kayak gitu, spontan aku langsung naik ke tempat tidur di mana ummiku duduk.
Hahaha.
"Halo, jin," sapaku sambil melambaikan tangan.
"Ada salamnya, lho," ujar ummi.
"Kayak gimana, Mi?"
"Assalaamu 'alaika yaa ghaibi qudratillaah."
Aku mengulang salam itu berkali-kali, hingga hapal (yey! :D).
"Kalo kita memberi salam dan ternyata jinnya kafir, maka dia akan segan untuk mengganggu kita," kata ummi.
"Waaw..," aku berdecak kagum.
"Tapi, kalo jinnya muslim, maka dia akan membalas salam kita."
Dan selanjutnya, ummi juga memberitahu cara memberi salam kepada malaikat, tapi aku tidak begitu mendengarkannya, jadinya lupa deh :p
Akhirnya, kami jadi makin dekat dengan perbincangan itu.
Alhamdulillah~~:)
Sekian ya, wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
(=' u '=)
Jumat, 03 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar